tiong bahru club

PANDUAN DARI SEORANG LOKAL

Teks dan Foto oleh Jane Leung

Untuk pengunjung baru, tempat makan yang paling pertama harus didatangi adalah sebuah patisserie ala Perancis yang selalu tampak penuh sesak bernama Tiong Bahru Bakery. Salted Caramel Kounig Aman disini pantas menyandang predikat best seller. Tapi bagi para pengunjung rutin, 40 Hands yang berada di bawah manajemen yang sama dengan Tiong Bahru Bakery, menjadi tempat andalan untuk weekend brunch.

Tempat ini terkenal dengan menu Eggs Benedict dengan Juicy Steak: telur yang di-poach hingga setengah matang sempurna disajikan di atas daging steak yang lengas. Lokasinya tersembunyi di salah satu gedung konservasi berumur 77 tahun di Yong Siak Street. Susunan tempat duduk yang sangat berdekatan dan atmosfir yang hangat menjadikan tempat ini pas untuk dijadikan tempat brunch dengan teman-teman Anda. Setelah bersantap, pastikan coba juga secangkir kopi dari Plain Vanilla di seberang jalan.

Halaman ini: Plain Vanilla; 40 Hands; The Tiong Bahru Club; Kanan: Tiong Bahru Bak Kut Teh; Crateful; Plain Vanilla.

Plain Vanilla

Untuk atmosfir yang lebih akrab, Plain Vanilla menyediakan dua meja besar di sebuah ruang terbuka. Di dalamnya, terdapat sebuah konter dipenuhi oleh macam-macam kudapan manis seperti Salted Caramel Tart, Black and White Short Bread dan Chocolate Lava Cake. Di seberang bakery, pengunjung dapat membeli wine untuk dibawa pulang, juga bermacam condiments.

Tapi jika Anda memang lebih menyukai bermacam makanan di dalam jar, kunjungi Crateful yang baru saja buka di sebelahnya. Toko yang dimiliki dan dijalankan oleh sekelompok warga Singapura ini menjual bermacam selai homemade seperti selai buah naga dan leci, serta selai mentega kacang almond.

Barisan ruko dengan desain art deco yang sudah ada sejak 1930-an di Tiong Bahru menjadikan area ini berada di jalur wajib pelancong. Namun yang membuat tempat ini benar-benar spesial di Singapura – tidak seperti kebanyakan area yang menjadi tren – area ini tidak dapat dikategorikan semata untuk ‘kuliner’ atau ‘belanja’ saja.

Bah Kuh Teh

Salah satu tempat terbaik untuk benar-benar merasakan atmosfir je ne sais quoi di daerah bersejarah ini adalah dengan mengunjungi Books Actually. Toko buku independen mungil ini dipenuhi dengan beragam buku-buku langka yang sudah tidak cetak, majalah-majalah niche, buku essay, puisi, sejarah, dan satu meja penuh buku yang diterbitkan penerbitan lokal.

Dua kali sebulan, si pemilik akan mengeluarkan kotak obral $5 berisi buku-buku lama di depan toko. Mungkin Anda tidak akan mendapatkan buku seru untuk menemani perjalanan kereta Anda yang panjang, tetapi mungkin beberapa buku cerita detektif atau roman yang tidak terlalu panjang.
Sebuah butik yang populer adalah Flea and Trees di Seng Poh Lane.

Books Actually

Sekilas terlihat seperti lemari pakaian seorang gadis eklektik, toko baju ini dihias barang-barang antik dan menjual bermacam gaun baru ataupun vintage, serta bermacam perhiasan seru yang diimpor dari Korea dan Jepang. Untuk standar butik, harga disini tidak terlalu mahal, dengan harga tidak lebih dari $100. Baik stok barang dan layout toko diubah tiap bulannya untuk menarik pengunjung.

Setelah puas berbelanja, nikmati santapan siang rendah karbohidrat yang (lumayan) sehat di Tiong Bahru Bak Kut Teh. Memang ada banyak kedai Bak Kut Teh lain di luar sana, tapi kebanyakan kedai yang sudah populer menyajikan sop babi ini bagai di pabrik. Saya datang kesini untuk menikmati hangatnya pelayanan dan rasa Teochew homemade yang khas.

Setelah kenyang, saya bertemu teman-teman saya untuk menikmat beberapa gelas bir di Tiong Bahru Club, sebuah bar kopitiam bergaya retro di pojok jalan antara Eng Hoon Street dan Seng Poh Road. Pelayanannya masih belum sempurna, tapi tempat makan luar ruangan ini makin digemari warga setempat sebagai tempat untuk berlama-lama.

Crateful2

Langsung dari tap, bir merek HB Dunkel, HB Weiss dan Asahi dibanderol $12, dan segelas anggur Bordeux dihargai $9. Interior bergaya faux vintage tempat ini agak berlebihan, tapi atmosfir dan lokasinya di daerah Eng Hoon berhasil menarik banyak pelanggan tetap. Untuk nongkrong bersama teman lama, coba Mozza Stick dan Okra Fries – porsinya cukup besar untuk dibagi dengan empat sampai lima orang. Walaupun harga minumannya agak mahal, tapi pelayanannya cukup personal dan mereka menyajikan makanan ala pub paling enak di Singapura.

Seperti Wagyu Steak Coq and Balls Burger yang diisi dengan segala macam daging yang ada di bagian deli, dan menu Carbonara dengan kuning telur yang sepadan dengan lingkar pinggang Anda yang membesar.

Stock Tiong Bahru Extras 2

Satu lagi yang wajib dicoba adalah Bincho at Hua Bee yang berada di dalam sebuah kopitiam berumur 70 tahun. Pada siang hari, tempat ini menjual pok mee, tapi pada malam hari ia disulap menjadi restoran yakitori dan bar koktail modern yang menyajikan minuman-minuman ‘Japertif’ bercitarasa jepang. Kalau Anda sempat mampir, pesan ‘Yuzu Be Alright’, ramuan segar dan kuat yang memadukan sake, gin, lemon dan mint, minuman sempurna untuk mengakhiri hari Anda di Tiong Bahru.

Dari atas ke bawah: menyusuri Tiong Bahru; kue-kue di Plain Vanilla; Flea and Trees; TBB’s Kounig Aman; Brunch di 40 Hands; Books Actually

56 Eng Hoon Street,
www.tiongbahrubakery.com

40 Hands Coffee,
Blk 79 Yong Siak Street,
www.40handscoffee.com

Books Actually,
9 Yong Siak Street,
www.booksactually.com

Flea and Trees,
68 Seng Poh Lane,
www.fleaandtrees.com

Bak Kut Teh,
58 Seng Poh Road
The Tiong Bahru Club,
01-88 Blk 57 Eng Hoon St.,
www.facebook.com/thesingapuraclub

Coq and Balls,
6 Kim Tian Rd,
www.Coqnballs.com

Bincho at Hua Bee,
78 Moh Guan Terrace, #01-19, www.bincho.com.sg

Comments

comments



Share:
  • googleplus
  • linkedin
  • tumblr
  • rss
  • pinterest
  • mail

  NOW!Singapore

SUBSCRIBE TO OUR MONTHLY NEWSLETTER TO GET THE LATEST UPDATES.


en_GB
id_ID